Stunting merupakan suatu kondisi tinggi badan seorang anak di usia pertumbuhan di bawah rata-rata anak seusianya. Persentase balita stunting di kabupaten Wonogiri sebanyak 27,9% berdasarkan data Riskesdas tahun 2021 (Alfajri et al. 2022). Hal ini menunjukkan risiko kesehatan yang cukup tinggi bagi balita di kabupaten Wonogiri, salah satunya di desa Ngambarsari.
Untuk mendukung upaya penurunan angka stunting di desa Ngambarsari, Tim KKNT-I IPB Wonogirikab20 melaksanakan program Ngambarsari Atasi Stunting atau disingkat NGARIT yang merupakan program sosialisasi pengaruh pola asuh terhadap stunting pada anak.
Program NGARIT dijalankan di 8 posyandu yaitu posyandu dusun Nglanjep, Ngambar Wetan, Ngambar Kulon, Pojok, Jati, Ngunut, Bawang, dan Sempu pada 5-28 Juli 2025. Kegiatan ini meliputi kegiatan posyandu yaitu cek rutin berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar perut, dan lingkar lengan serta diadakan senam untuk lansia. Selain itu, tim melaksanakan pendataan kondisi kesehatan peserta posyandu. Peserta posyandu meliputi bayi, balita, ibu hamil, dan lansia.
Kegiatan juga diisi oleh penyampaian materi oleh anggota tim KKN mengenai pengaruh pola asuh terhadap kondisi stunting pada anak. Materi ini menjelaskan tentang jenis pola asuh yang dapat mempengaruhi kondisi anak serta pencegahan stunting dengan perbaikan pola asuh terhadap anak.
“Berdasarkan beberapa riset yang kami temukan, pola asuh memiliki pengaruh terhadap stunting karena melalui pola asuh yang baik orang tua dapat memastikan anak mendapat asupan gizi yang cukup, hidup dalam lingkungan bersih, serta memperoleh perhatian dan stimulasi yang mendukung tumbuh kembang anak. Sebaliknya, pola asuh yang kurang baik berisiko meningkatkan terjadinya stunting, misalnya saja orang tua abai terhadap kualitas makanan anak, jarang membawa anak ke posyandu, dan lain sebagainya,” ungkap Faisal, salah satu anggota Tim KKN.
Selain faktor pola asuh, upaya preventif lainnya adalah edukasi terkait kesehatan baik fisik maupun mental menjadi penting terutama pada calon-calon orang tua untuk menghindari terjadinya stunting pada anak akibat pola asuh buruk. Oleh karena itu penanaman kesadaran terhadap kesehatan secara dini menjadi penting terutama pada kalangan remaja.
Hal ini menjadi landasan tim KKN IPB Wonogirikab 20 untuk melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan mental pada posyandu remaja yang dilakukan pada 28 Juli 2025, di posyandu dusun Pojok. Peserta kegiatan ini meliputi anak-anak dan remaja usia sekolah dasar dan menengah. Kegiatan meliputi cek rutin, pendataan kesehatan, tes darah, senam remaja sehat, dan penyampaian materi mengenai menjaga kesehatan mental. Selain itu, diadakan juga permainan interaktif bersama tim KKN. Kegiatan ini merupakan penutup rangkaian program NGARIT serta termasuk inisiasi untuk pengaktifan kembali kegiatan posyandu remaja Ngambarsari sebagai upaya pencegahan dini terhadap stunting.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terutama orang tua terhadap kesehatan anak, serta perubahan pola asuh anak yang lebih demokratis sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini.
Tim KKN juga berharap materi yang telah disampaikan dapat diimplementasi dalam kehidupan sehari-hari. Para kader posyandu diharapkan dapat melanjutkan pemberian sosialisasi terkait stunting dan kesehatan mental. Selain itu, diharapkan kegiatan posyandu maupun posyandu remaja dapat dilaksanakan secara kontinu dan lebih aktif agar dapat berdampak nyata di kehidupan masyarakat. Semoga kegiatan dapat mendukung dalam upaya penurunan angka stunting di Ngambarsari.
Referensi:
Alfajri AL, Lubis D, Putri ALW, Herawati R, Fardiansyah MI, Jaya JN, Nisa NSK, Uskono EKM, Cristyani N, Ningtyas RTR, dan Lestari SAD. 2022. Upaya pencegahan stunting melalui peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya gizi dan pola asuh anak di desa Ngambarsari. Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat. Vol 4 (2):226-237.